Cara Pembuatan Angklung
Angklung dibuat dari bambu yang konon hanya tumbuh di bumi parahyangan. Cara pembuatannya tidaklah rahasia, namun bukan berarti semua orang bisa membuatnya. Ini di tahapan umumnya:
Lubang benturan ini sangat penting untuk menentukan kecepatan getar angklung.
Tiang dan palang harus diusahakan lurus dan menyiku dengan baik. Jika tidak, saat digetarkan angklung bisa meng-geol ke kiri ke kanan.
Rangka sebaiknya dibuat dengan dimensi yang standar, agar saat digantung nampak rapi.
Membuat tabung suara
Suara angklung haruslah tepat dengan nada tertentu. Tinggi nada ini selain ditentukan oleh bentuk, juga oleh material pembentuk angklung. Karena itu, agar suara yang dihasilkan nantinya bagus, bahan dasar bambu hasruslah sesuai ukuran dan masa jenisnya, serta benar-benar kering. Jika bahan bambu terlalu tipis / ringan, maka suaranya akan ampang, sebaliknya jika terlalu tebal / berat maka suaranya akan tenggelam.
Sementara itu bambu harus kering, agar suaranya tetap, tidak berubah lagi. Ingat bahwa jika bambu masih basah, maka kandungan airnya akan menguap, dan masa jenisnya akan turun.
Sementara itu bambu harus kering, agar suaranya tetap, tidak berubah lagi. Ingat bahwa jika bambu masih basah, maka kandungan airnya akan menguap, dan masa jenisnya akan turun.
Demi memenuhi syarat tersebut, para empu angklung punya kiat-kiat warisan leluhur untuk menyiapkan bahan angklung, diantaranya:
Bambu harus dipotong dari rumpun yang umumnya sekitar 2-6 tahun, pada akhir musim kemarau.
Batang bambu kemudian dibersihkan cabang - cabangnya, dan di potong dengan panjang yang secukupnya.
Potong bambu diikat, lalu disimpan dengan diangin - anginkan selama 1 tahun.
Bambu harus dipotong dari rumpun yang umumnya sekitar 2-6 tahun, pada akhir musim kemarau.
Batang bambu kemudian dibersihkan cabang - cabangnya, dan di potong dengan panjang yang secukupnya.
Potong bambu diikat, lalu disimpan dengan diangin - anginkan selama 1 tahun.
Cara tradisional tersebut cukup mujarab, namun kekurangannya adalah lama dan sering tidak bebas rayap. Karena itu banyak upaya tengah dilakukan agar proses itu makin pendek, dan juga bambu awet tidak akan dimakan hama.
Menyiapkan Rangka
Menyiapkan Rangka
Angklung terdiri dari dua bagian utama yakni rangka angklung dan beberapa tabung suara. Rangka angklung sendiri terdiri dari tiang dan palang yang akan menegakkan tabung suara, serta tabung dasar untuk membenturkan tabung suara. Bagian rangka ini tidak terlalu krusial dalam menentukan kualitas suara, sehingga bisa dibuat dari bambu lain yang tidak sebaik bambu untuk tabung suara. Meski demikian harap di peehatikan:
Pada bagian tabung dasar ada lubang tempat benturan tabung suara.
Lebar lubang benturan ini sangat penting untuk menentukan kecepatan getar angklung.
Tiang dan palang harus diusahakan lurus dan menyiku dengan baik. Jika tidak, saat digetarkan angklung bisa meng-geol ke kiri ke kanan.
Rangka sebaiknya di buat dengan dimensi yang standar, agar saat digantung nampak rapi.
Pada bagian tabung dasar ada lubang tempat benturan tabung suara.
Lebar lubang benturan ini sangat penting untuk menentukan kecepatan getar angklung.
Tiang dan palang harus diusahakan lurus dan menyiku dengan baik. Jika tidak, saat digetarkan angklung bisa meng-geol ke kiri ke kanan.
Rangka sebaiknya di buat dengan dimensi yang standar, agar saat digantung nampak rapi.
Membuat Tabung Suara
Tabung suara adalah kunci kualitas nada yang dihasilkan suatu angklung. Cara pembuatannya secara umum adalah :
Ambil batang bambu yg telah kering, perkirakan diatmeter-nya akan cocok untuk nada apa (makin besar diameter bambu, makin rendah nada yang bisa dihasilkan).
Ambil batang bambu yg telah kering, perkirakan diatmeter-nya akan cocok untuk nada apa (makin besar diameter bambu, makin rendah nada yang bisa dihasilkan).
Potong bambu dengan panjang sesuai nada yang diinginkan (makin panjang tabung, makin rendah nada yang dihasilkan).
Kipas bagian atas calon tabung suara seauai dengan tinggi nadanya. Buat takik pada dasar tabung. Untuk mengakit ke tabung dasar.
Haluskan rautan tabung suara sampai suaranya mendekati nada yang di inginkan.
Kipas bagian atas calon tabung suara seauai dengan tinggi nadanya. Buat takik pada dasar tabung. Untuk mengakit ke tabung dasar.
Haluskan rautan tabung suara sampai suaranya mendekati nada yang di inginkan.
Menala
Menala adalah tahap akhir agar suara yang dihasilkan angklung benar-benar pas dengan nada yang diinginkan. Secara umum ada dua hal yang harus diselaraskan yakni :
Nada tiup : Suara yang dihasilkan oleh resonator bambu
Nada pukul : suara yang dihasilkan oleh badan bambu
Nada tiup : Suara yang dihasilkan oleh resonator bambu
Nada pukul : suara yang dihasilkan oleh badan bambu
Pekerjaan menala ini memerlukan empu yang telinganya peka serta mampu meraut bambu dengan penuh perasaan. Pekerjaan menala ini juga biasanya dilakukan sebelum tabung bambu dipasang ke rangka, supaya lebih mudah meraut bambunya sampai di dapat nada yang pas. Setelah itu barulah tabung suara dipasang ke rangka, kemudian rangka diikat dengan rotan.
Unit Angklung
Satu angklung hanya bisa memainkan satu nada, karena itu angklung biasanya dijual dalam bentuk unit, misalnya:
Unit sarinande : terdiri dari 8 angklung melodi, dari nada DO hingga DO tinggi.
Unit angklung TK: terdiri dari 16 angklung melodi, dari nada SOL rendah hingga MI tinggi (dengan beberapa nada kromatis).
Menyimpan Angklung
Sepertinya alat musik lainnya, angklung perlu ditandatangani dengan penuh kasih sayang agar suaranya tetap merdu.
Yang paling pokok adalah :
Jaga supaya tetap kering
Jaga dari serangan hama (laba-laba, rayap, bubuk, dan jamur)
Jaga supaya rangkanya tetap lurus
Jaga supaya jangan berdebu
Bagaimana caranya?? Setiap orang tentu punya kiatnya sendiri-sendiri. Selain itu, setelah beberapa lama, suara angklung mungkin jadi tidak pas lagi nadanya (fals). Untuk itu perlu dilakukan penyematan oleh orang yang memang ahlinya.
Sumber : klungbot.com/membuat-angklung/
Unit Angklung
Satu angklung hanya bisa memainkan satu nada, karena itu angklung biasanya dijual dalam bentuk unit, misalnya:
Unit sarinande : terdiri dari 8 angklung melodi, dari nada DO hingga DO tinggi.
Unit angklung TK: terdiri dari 16 angklung melodi, dari nada SOL rendah hingga MI tinggi (dengan beberapa nada kromatis).
Menyimpan Angklung
Sepertinya alat musik lainnya, angklung perlu ditandatangani dengan penuh kasih sayang agar suaranya tetap merdu.
Yang paling pokok adalah :
Jaga supaya tetap kering
Jaga dari serangan hama (laba-laba, rayap, bubuk, dan jamur)
Jaga supaya rangkanya tetap lurus
Jaga supaya jangan berdebu
Bagaimana caranya?? Setiap orang tentu punya kiatnya sendiri-sendiri. Selain itu, setelah beberapa lama, suara angklung mungkin jadi tidak pas lagi nadanya (fals). Untuk itu perlu dilakukan penyematan oleh orang yang memang ahlinya.
Sumber : klungbot.com/membuat-angklung/

0 Komentar